
Washington- Ditemukan fosil mengejutkan binatang bergigi tajam yang merajai wilayah barat Amerika Serikat, 200 juta tahun lalu. Ini menjadi spesies dinosaurus baru dalam lingkup evolusi.
"Fosil moncong pendek dan gigi depan yang miring itu milik Daemonosaurus chauliodus, dinosaurus yang belum pernah ditemukan sebelumnya. Hewan ini hidup di zaman Trias," ujar Hans-Dieter Sues dari National Museum of Natural History di Smithsonian, Inggris.
Penemuan tersebut dipublikasikan di jurnal Proceedings of the Royal Society B.
Sues yang termasuk kurator paleontologi vertebrata di museum itu mengatakan, penemuan ini membantu mengisi kesenjangan infomasi soal evolusi antara dinosaurus yang hidup di Argentina dan Brazil sekitar 230 juta tahun lalu.
“Fitur dari tengkorak dan leher Daemonosaurus mengindikasikan bahwa hewan ini berada dalam titik tengah evolusi predator di kawasan Amerika Serikat,” kata Gugat.
Salah satu fitur itu adalah rongga di beberapa tulang leher yang berhubungan dengan struktur sistem pernafasan.
Daemonosaurus ditemukan pertama kali di Ghost Ranch, New Mexico, Amerika Serikat.

Inilah gambar menakjubkan dari bintik Matahari yang memancarkan gas bercahaya. Percaya atau tidak, fenomena itu terjadi saat Matahari berada dalam kondisi tenang.
Gambar menakjubkan itu menampilkan sekelompok bintik Matahari yang bergerak di seluruh permukaan Matahari. Terlihat area yang bersinar di dekat horizon AR 9169, sebuah kelompok bintik Matahari yang terbentuk di siklus Matahari terakhir.
Yang menarik, daerah yang relatif dingin dan gelap masih memiliki suhu mencapai ribuan derajat Celcius.
Gas yang bersinar terang itu berada di sekitar bintik Matahari yang memiliki suhu lebih dari satu juta derajat Celcius.
Alasan soal suhu yang tinggi ini belum diketahui, tapi diduga berkaitan dengan medan magnet plasma saluran curya. AR 9169 melintasi Matahari, sebelumnya, pada September 2000 dan bertahan selama beberapa minggu.
Gambar itu diambil pertama kali oleh satelit Transition Region and Coronal Explorer (TRACE). Wajar, TRACE memantau meningkatnya gangguan di ruang angkasa karena Matahari mulai memasuki masa paling aktif dalam siklus 12 tahun. Siklus maksimum Matahari terakhir terjadi pada 2001, sering dikenal dengan fenomena badai Matahari.
Badai Matahari sebenarnya bukanlah hal baru. Gelombang elektromagnetik Matahari pertama kali diketahui astronom Inggris Richard Carrington pada 1859.
"Ini bisa membahayakan jaringan komunikasi telepon jarak jauh di beberapa negara," ujar pihak NASA. Bahkan pada 1989, badai Matahari menciptakan pemadaman listrik di seluruh Provinsi Quebec, Kanada.